Thismilk's Blog

Just another WordPress.com weblog

lebah madu 26 Juni 2009

Filed under: Uncategorized — thismilk @ 3:52 AM

Oleh : Arista Febriani (0710543001)

LEBAH MADU

1. Anatomi dan Jenis- Jenis Lebah Madu

a. Sistematika lebah madu sebagai berikut:

· Kerajaan : Animalia

· Filum : Arthropoda

· Kelas : Insekta

· Ordo : Hymenoptera

· Famili : Apidae

· Genus : Apis

b. Anatomi Lebah Madu

Secara umum tubuh lebah madu terbagi menjadi 3 bagian yang terdiri dari:

1. Kepala (caput) dan peralatannya

· Antena berfungsi sebagai radar

· Mata

· Mulut

2. Dada (thorax) dan peralatannya

· Sayap terdiri dari 2 pasang

· Kaki terdiri dari 3 pasang

3. Perut (abdomen)

· Kantong madu atau nektar

· Kantong racun atau bisa.

· Jenis- Jenis Lebah Madu

Menurut asal-usulnya lebah dibagi 4 jenis berdasar penyebarannya:

1. Apis cerana, diduga berasal dari daratan Asia menyebar sampai Afghanistan, Cina maupun Jepang.

2. Apis mellifera, banyak dijumpai di daratan Eropa, misalnya Prancis, Yunani dan Italia serta di daerah sekitar Mediterania.

3. Apis dorsata, memiliki ukuran tubuh paling besar dengan daerah penyebaran sub tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina dan sekitarnya. Penyebarannya di Indonesia merata mulai dari Sumatera sampai Irian.

4. Apis florea merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur Tengah, India sampai Indonesia. Di Indonesia orang menyebutnya dengan tawon klanceng.

Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem stup.

Produk yang dihasilkan lebah adalah:

a. Madu sebagai produk utama berasal dari nektar bunga merupakan makanan yang sangat berguna bagi pemeliharaan kesehatan, kosmetika dan farmasi.

b. Royal jelly dimanfaatkan untuk stamina dan penyembuhan penyakit, sebagai bahan campuran kosmetika, bahan campuran obat-obatan.

c. Pollen (tepung sari) dimanfaatkan untuk campuran bahan obat-obatan/ kepentingan farmasi.

d. Lilin lebah (malam) dimanfaatkan untuk industri farmasi dan kosmetika sebagai pelengkap bahan campuran.

e. Propolis (perekat lebah) untuk penyembuhan luka, penyakit kulit dan membunuh virus influensa.

Keuntungan lain dari beternak lebah madu adalah membantu dalam proses penyerbukan bunga tanaman sehingga didapat hasil yang lebih maksimal.

Jenis- Jenis Tanaman Pakan Lebah

Jenis-jenis tanaman pakan lebah antara lain :

1. Tanaman hutan : kaliandra, kayu putih, mahoni, lamtoro, sonokeling, akasia, sengon laut, asam.

2. Tanaman perkebunan atau buah-buahan : karet, kopi, kelapa, kapukrandu, kapas, the, belimbing, jambu, apel, mangga, rambutan, apokat, anggur, kelengkeng dan petai.

3. Tanaman pertanian : jagung, sorgum, kedelai, kacang tanah, lombok, berbagai jenis sayur-sayuran maupun bunga- bungaan.

Nektar

Nektar adalah suatu senyawa kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar “ Necterifier” tanaman dalam bentuk larutan dengan konsentrasi yang bervariasi. Komponen utama dari nektar adalah sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Disamping itu, dalam nektar terdapat zat-zat gula lainnya seperti maltosa, melibiosa, ratinosa, serta turunan karbohidrat lain.

Zat-zat lain yang juga terdapat namun jumlahnya sangat sedikit yaitu; asam-asam organik, resin, protein, garam dan mineral. Konsentrasi gula nektar bervariasi mulai dari 5 % sampai 70 % atau lebih tergantung dari keadaan iklimnya, jenis tanaman serta faktor lainnya. Nektar juga mengandung air dari 40 – 80 %.

Pollen (Tepung Sari)

Pollen atau tepung sari diperoleh dari bunga yang dihasilkan oleh antenna sebagai sel kelamin jantan tumbuhan. Pollen dimakan oleh lebah madu terutama sebagai sumber protein, lemak, karbohidrat dan serta sedikit mineral. Satu koloni lebah madu membutuhkan sekitar 50 kg pollen per tahun. Sekitar separuh dari pollen tersebut digunakan untuk makanan larva.

Lebah memiliki kesukaan terhadap tepung sari tertentu. Tetapi kesukaan mengumpulkan nektar ini adalah karena kandungan gulanya. Makin banyak nektar mengandung gula, makin senang lebah mengunjungi bunga tersebut. Nektar yang hanya mengandung kurang dari 4% gula tidak menarik baginya. Lebah juga mengunjungi sejenis bunga pada waktu tertentu, sehingga karena sifat aktivitas ini, lebah membantu keberhasilan pembuahan tanaman. Di daerah tropis, curah hujan menentukan pertumbuhan tanaman. Curah hujan dan kelembaban udara mempengaruhi hasil nektar. Pada waktu musim hujan, hasil nektar baik karena tanaman pakan lebah berbunga lebat. Bunga mengeluarkan nektar hanya pada cuaca yang sejuk sehingga sering dilihat lebah mencari madu pada saat pagi atau sore hari. Aktifitas pada siang hari yang panas tidak dilakukan untuk mencari nektar karena bunga hanya sedikit mengeluarkan nektarnya selain itu lebah sibuk untuk mencari air guna menyejukkan sarangnya.

Pada saat pakan lebah mengalami masa paceklik, maka pemilik/peternak harus melakukan usaha :

1. Memindahkan stup atau menggembala lebah (biasanya jenis lebah unggul) ke tempat lain yang kaya akan pakan.

2. Memberi makanan buatan dari campuran gula dan air dengan perbandingan 1 : 1 atau 1 : 2 dan dimasukkan ke dalam stup

Cara pemberian pakan lebah adalah dengan menggembala lebah ke tempat di mana banyak bunga. Jadi disesuaikan dengan musim bunga yang ada.

Dalam penggembalaan yang perlu diperhatikan adalah :

a. Perpindahan lokasi dilakukan malam hari saat lebah tidak aktif

b. Bila jarak jauh perlu makanan tambahan (buatan)

c. Jarak antar lokasi penggembalaan minimum 3 km

d. Luas areal, jenis tanaman yang berbunga dan waktu musim bunga.

Tujuan utama dari penggembalaan ini adalah untuk menjaga kesinambungan produksi agar tidak menurun secara drastis. Pemberian pakan tambahan di luar pakan pokok bertujuan untuk mengatasi kekurangan pakan akibat musim paceklik/saat melakukan pemindahan stup saat penggeembalaan. Pakan tambahan tidak dapat meningkatkan produksi, tetapi hanya berfungsi untuk mempertahankan kehidupan lebah. Pakan tambahan dapat dibuat dari bahan gula dan air dengan perbandingan 1:1 dan adonan tepung dari campuran bahan ragi, tepung kedelai dan susu kering dengan perbandingan 1:3:1 ditambah madu secukupnya.

Koloni Lebah Madu

Dalam satu koloni lebah madu terdapat tatanan kehidupan yang penuh dengan gotong royong dan saling ketergantungan. Setiap strata dalam koloni berusaha menjunjung tinggi strata-strata yang lain dan berusaha memikul kewajibannya masing-masing untuk mencapai prestasi seoptimal mungkin, sehingga kelangsungan dan kesanggupan membentuk koloni sangat kuat dan sangat menakjubkan. Ada 3 strata dalam satu koloni lebah madu yaitu:

1. Strata ratu lebah

Ukuran tubuh ratu lebah yaitu dua kali panjang lebah pekerja dan lebah jantan. Tugas wajibnya adalah bertelur terus-menerus sampai kemampuan bertelur berakir. Ratu lebah mampu bertelur sebanyak 1000 – 2000 butir telur per hari. Umurnya dapat mencapai 3 – 5 tahun. Dalam satu koloni lebah madu hanya ada seekor ratu lebah .

2. Strata lebah pekerja

Strata lebah pekerja merupakan strata yang jumlahnya paling banyak yaitu sekitar 20.000 – 90.000 ekor dalam satu koloni. Tugas utama lebah pekerja yaitu; mengumpulkan nektar, tepungsari dan air dari berbagai bunga-bunga tanaman yang kaya akan protein, vitamin dan karbohidrat;

– merawat ratu, lebah jantan dan larva;

– membangun sel sarang;

– menjaga sarang dari musuh-musuhnya;

– membersihkan sarang, menyimpan madu dalam sel dan memperbaiki sel sarang yang rusak.

Lebah pekerja mempunyai senjata andalan berupa sengat berduri. Sengat itu menyerupai bentuk kait yang dilengkapi dengan kantong racun. Sekali alat penyengat itu digunakan untuk menyerang lawan, maka lebah pekerja akan mati. Umur lebah pekerja sekitar 35 – 42 hari.

3. Strata lebah jantan

Strata lebah jantan merupakan strata kedua terbesar dalam koloni lebah madu. Jumlahnya berkisar dari 100 – 250 ekor dalam satu koloni. Tugas utamanya adalah mengawini ratu lebah. Dalam setiap perkawinan hanya seekor lebah jantan yang terbaik, akan terpilih dan berhak mengawini ratu lebah. Perkawinan berlangsung di alam terbuka. Sekali melakukan perkawinan dengan ratu lebah, maka lebah jantan akan mati. Umur lebah jantan sekitar 75 – 90 hari.

Cara Budidaya Lebah Madu

Cara budidaya lebah madu yang dilakukan oleh petani di desa utamanya di tepi hutan biasanya masih merupakan cara tradisional menggunakan glodog. Cara ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan stup atau kotak yang terbuat dari papan setebal 1,5 cm dengan ukuran :

– Tutup : 28 cm x 30 cm x 5 cm

– Kotak : 37 cm x 32 cm x 17 cm.

Dalam stup terdapat bingkai sarang antara 7-10 buah. Stup sebaiknya dicat putih agar lebih awet. Satu stup dapat berisi 8.000 s.d. 20.000 ekor Apis cerana, sedangkan untuk Apis mellifera mencapai 80.000 ekor, sehingga ukuran stup dibuat lebih besar. Untuk memindahkan keluarga lebah ke dalam stup dapat ditempuh cara sebagai berikut :

1. Keluarga lebah yang akan dipindah diasapi pelan-pelan.

2. Ratu ditangkap dan dimasukkan ke dalam kurungan kecil kemudian diletakkan di dalam stup.

3. Pilih sarang yang baik (penuh telur, larva, tepungsari dan sedikit madu)

4. Sisiran sarang dilepas kemudian diikatkan pada bingkai dengan tali rafia, selanjutnya dimasukkan ke dalam stup.

5. Masukkan seluruh keluarga lebah.

6. Tutup stup dan letakkan di tempat yang sudah disiapkan.

7. Setelah lebah dalam keadaan tenang, kurungan ratu dibuka.

8. Stup jangan dipindah-pindah sebelum sarang melekat pada bingkai.

Lokasi penempatan stup sedapat mungkin dijaga kebersihannya dan sering diamati untuk mencegah gangguan baik dari serangga, burung, tikus maupun hama yang lain.

Pada saat pakan lebah mengalami masa paceklik, maka pemilik/peternak harus melakukan usaha :

1. Memindahkan stup atau menggembala lebah (biasanya jenis lebah unggul) ke tempat lain yang kaya akan pakan.

2. Memberi makanan buatan dari campuran gula dan air dengan perbandingan 1 : 1 atau 1 : 2 dan dimasukkan ke dalam stup.

Budidaya Lebah Madu Sistem”GELODOG” Modern

1. Peti Lebah Madu (Stup)

Peti lebah madu (sistem gelondong modern) sangat diperlukan dal usaha pemeliharaan lebah madu. Pemeliharaan lebah madu dalam peti akan mempermudah pengelolaan dan pemanenannya, tanpa merusak koloni lebah madu.

Stup dapat dibuat tunggal atau bertingkat yang ditumpuk satu sama lain. Bila stup dibuat bertingkat, maka peti paling bawah berfungsi sebagai tempat ratu dan pertumbuhan serta perkembangbiakan koloninya. Sedangkan peti yang diatasnya berfungsi sebagai tempat memproduksi madu.

Stup perlu diberi penyangganya untuk menghindari serangan rayap, ular, atau binatang lain. Tinggi kaki penyangga stup dari tanah berkisar 50 cm – 100 cm.

Ukuran stup untuk lebah madu umumnya sebagai berikut ; panjang x lebar x tinggi untuk tutupannya adalah 51 cm x 41 cm x 5 cm. Sedangkan untuk kotaknya adalah 50 cm x 40 cm x 28 cm. Tebal papan yag digunakan adalah 1.5 cm.

Pada bagian dalam stup terdapat 6 – 10 sisiran atau bingkai dengan ukuran panjang bagian atasn dengan tonjolan yaitu 49 cm, panjang bagian bawah 40 cm, tingginya 21cm, tebal kayu penggantung 2.5 cm, tebal kayu penguat 1.5 cm, dan lebarnya 3 cm untuk tempat pembuatan sarang lebah madu yang berbentuk heksagonal. Jarak antara sisiran yang satu dengan yang lain sekitar 2 cm agar lebah madu tersebut dapat bergerak secara leluasa.

Ruang antara peti produksi madu dan peti tempat ratu lebah harus diberi pembatas berupa sekat dari kawat kasa agar ratu lebah tidak masuk dan mengkonsumsi serta meletakan telurnya di dalam tumpukan madu.

Pintu keluar-masuknya lebah madu harus dibuat dengan tinggi yang sama dan sejajar dengan letak sisiran.

2. Penempatan Stup

Penempatan stup yang ideal yaitu harus dekat dengan jenis-jenis tanaman yang banyak mengandung nektar dan serbuk dari sumber pakan lebah madu. Syarat yang lain untuk menempatkan stupnya adalah harus jauh dari tempat-tempat berasap dan rumah-rumah tempat tinggal.

3. Memindahkan Lebah Madu ke Dalam Stup

Pemula yang ingin belajar budidaya lebah madu, sebaiknya menggunakan spesies lebah madu Apis cerana yang banyak terdapat dimana-mana, baik dirongga-rongga batang pohon atau di atap rumah tua yang tidak dihuni. Spesies lebah tersebut dapat dipindahkan ke dalam stup untuk dibudidayakan sebagaimana biasanya. Cara pemindahannya sebagai berikut :

1. Pakailah masker untuk melindungi wajah, sarung tangan, baju dan celana yang dapat menahan sengatan lebah.

2. Hembuskan asam rokok ke koloni lebah untuk menyingkirkan lebah pekerja yang melindungi ratu lebah.

3. Cari ratu lebah, ambil dan masukan dengan hati-hati ke dalam kotak stup tempat ratu.

4. Pilihlah tiga atau lebih sisiran sarang yang masih baik (ada telur, larva, pupa, tepung sari bunga, dan sedikit madu). Sisiran tersebut disayat dan lekatkan pada bingkai sisiran dan ikat dengan tali arafia, selanjutnya masukan sisiran tersebut ke dalam stup yang telah terisi ratu lebah.

5. Masukan semua koloni lebah ke dalam peti lebah (stup), tutup pintunya dan taruhlah di tempat yang sudah dipersiapkan.

6. Apabila dalam beberapa jam kemudian, koloni lebah dapat tenang, maka pintu pada kotak ratu lebah dapat dibuka.

7. Untuk beberapa hari lamaya, peti lebah (stup) jangan dipindah-pindahkan. Biarkanlah sarang lebah madu melekat pada bingkai sisiran sarang dan tali arafia terlepas sendiri digigit oleh lebah pekerja.

8. Pemindahan lebah madu ini sebaiknya dilakukan pada malam hari.

4. Melepas Lebah Madu

Apabila koloni lebah sudah betah tinggal di dalam stup dan sudah mencintai ratunya, maka lebah madu tersebut dapat dilepas dengan cara membuka pintu keluar-masuknya. Pelepasan lebah madu harus dilakukan pada pagi hari dimana saat bunga tanaman mekar.

5. Pemanenan

Pemanenan dan penanganan madu hasil pemeliharaan lebah madu, merupakan tugas paling pokok yang harus dikuasai peternak lebah madu. Pemanenan dan penanganan yang baik dapat menghasilkan madu yang memiliki kualitas baik.

Pengambilan madu sebaiknya dilakukan setelah semua sisiran hampir terpenuhi dengan madu dan harus pada sore hari, karena pada saat itu lebah madu sudah berkumpul semua dalam peti lebah. Pengambilan madu harus dilakukan secara teratur yaitu bila sisiran yang berisi madu sudah ditutupi dengan lilin lebah, paling sedikit sepertiga dari sel-sel sisirannya. Sisiran-sisiran madu yang sudah diambil madunya harus dimasukan kembali ke dalam peti lebah. (Lamerkabel, 2008).

Penyakit dan Hama Lebah

1. Penyakit

Di daerah tropis penyakit lebah jarang terjadi dibandingkan dengan daerah sub tropis/daerah beriklim salju. Iklim tropis merupakan penghalang terjalarnya penyakit lebah. Kelalaian kebersihan mendatangkan penyakit. Beberapa penyakit pada lebah dan penyebabnya antara lain:

a. Foul Brood ; ada dua macam penyakit ini yaitu American Foul Brood disebabkan oleh Bacillus larva dan European Foul Brood. Penyebab: Streptococcus pluton. Penyakit ini menyerang sisiran dan tempayak lebah.

b. Chalk Brood

Penyebab: jamur Pericustis Apis. Jamur ini tumbuh pada tempayak dan menutupnya hingga mati.

c. Stone Brood

Penyebab: jamur Aspergillus flavus Link ex Fr dan Aspergillus fumigatus Fress. Tempayak yang diserang berubah menjadi seperti batu yang keras.

d. Addled Brood

Penyebab: telur ratu yang cacat dari dalam dan kesalahan pada ratu.

e. Acarine

Penyebab: kutu Acarapis woodi Rennie yang hidup dalam batang tenggorokkan lebah hingga lebah mengalami kesulitan terbang.

f. Nosema dan Amoeba

Penyebab: Nosema Apis Zander yang hidup dalam perut lebah dan parasit Malpighamoeba mellificae Prell yang hidup dalam pembuluh malpighi lebah

dan akan menuju usus.

2. Hama

a. Hama yang sering mengganggu lebah antara lain:

b. Burung, sebagai hewan yang juga pemakan serangga menjadikan lebah sebagai salah satu makanannya.

c. Kadal dan Katak, gangguan yang ditimbulkan sama dengan yang dilakukan oleh burung.

d. Semut, membangun sarang dalam stup dan merampas makanan lebah.

e. Kupu-kupu, telur kupu-kupu yang menetas dalam sisiran menjadi ulat yang dapat merusak sisiran.

f. Tikus, merampas madu dan merusak sisiran.

Pencegahan Serangan Penyakit dan Hama

a. Upaya mencegah serangan penyakit dan hama tindakan yang perlu adalah:

b. Pembersihan stup setiap hari.

c. Memperhatikan abnormalitas tempayak, sisiran dan kondisi lebah.

d. Kaki-kaki stup harus diberi air untuk mencegah serangan semut.

e. Pintu masuk dibuat seukuran lebah.

Panen Madu

Panen madu dilaksanakan pada 1-2 minggu setelah musim bunga. Ciri-ciri

madu siap dipanen adalah sisiran telah tertutup oleh lapisan lilin tipis.

Sisiran yang akan dipanen dibersihkan dulu dari lebah yang masih menempel

kemudian lapisan penutup sisiran dikupas. Setelah itu sisiran diekstraksi untuk

diambil madunya.

Urutan proses panen madu yaitu:

1. Mengambil dan mencuci sisiran yang siap panen, lapisan penutup dikupas dengan pisau.

2. Sisiran yang telah dikupas diekstraksi dalam ekstraktor madu.

3. Hasil disaring dan dilakukan penyortiran.

4. Disimpan dalam suhu kamar untuk menghilangkan gelembung udara.

5. Pengemasan madu dalam botol.

Apabila dalam sarang lebah sudah banyak madunya, maka segera dilakukan pemanenan dengan memperhatikan langkah-langkah berikut :

1. Panen dilakukan pada pagi maupun sore hari

2. Pilih sarang/sisiran yang baik, yaitu bagian sel-sel madunya tertutup

3. Sisiran dilepas dari bingkai, pisahkan lapisan lilin dan lebah yang masih menempel secara hati-hati kemudian bingkai dikembalikan lagi ke dalam stup

4. Madu diproses dengan cara diperas (secara tradisional) atau menggunakan ekstraktor. Produksi madu Apis mellifera 30-50 kg/stup/th


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s